2 Bom tersebut meledak sekitar 3 jam setelah pemenang lomba mencapai finis. Sebanyak 2 orang tewas. 110 terluka. 14 Di antaranya dalam kondisi serius dan 4 korban luka adalah anak-anak.
Suasana Kota Boston seketika seperti medan perang. Potongan kaki dan darah-darah berceceran. Warga setempat masih panik adanya bom susulan. Sebab tak lama setelah 2 bom menghantam, bom ketiga meledak di Perpustakaan John F Kennedy.
Selain itu, sinyal telepon selular (ponsel) di Boston untuk sementara diacak, ponsel tak dapat digunakan untuk berkomunikasi. Hal ini untuk mengantisipasi adanya ledakan susulan, karena bom bisa saja diledakkan dari jarak jauh melalui ponsel.
Keamanan tempat-tempat umum di Boston pun diperketat. Mulai dari stasiun kereta, pasar swalayan, sekolah, dan universitas. Berikut video ledakan bom Boston, seperti dimuat YouTube, Selasa (16/4/2013).
Terorisme?
Senator dari Badan Intelijen AS, Dianne Feinstein menyebut, 2 ledakan itu merupakan aksi terorisme. Sebab pihaknya sama sekali tidak menemui adanya indikasi bakal terjadi ledakan.
"Ini adalah aksi terorisme," ujar Feinstein, seperti dimuat Boston Herald, Selasa (16/4/2013).Senator dari Georgia, Saxby Chambliss juga menyatakan hal serupa: 2 bom besar yang meledak di lomba maraton Boston merupakan serangan teroris. "Dari fakta-fakta yang saya lihat, ini adalah serangan teroris."
Dijelaskan dia, Badan Intelijen AS akan terjun langsung untuk menyelidikinya, serta mencegah ledakan susulan terjadi. "Kita harus mencegah bom susulan terjadi," tegas dia.
Senator lainnya, Susan Collins, R-Maine, dan Angus King, dan I-Maine menyatakan, dari laporan media, diketahui beberapa perangkat peledak memang sengaja didesain untuk memborbardir acara nasional yang ditunggu-tungu banyak warga.
"Karenanya, acara ini diduga sudah menjadi target," ucap para senator tersebut. (Riz)