TEMPAT MENAMBAH BERKAT GRATIS SAMBIL MENAMBAH PENGETAHUAN SEJARAH DUNIA.
WARTA BERITA
Dalam kesempatan di sisa hidup saya di Dunia yang kejam ini, saya pasti akan menyampaikan beberapa berita peristiwa kekejaman Dunia di Dunia yang kejam ini, yang kekejamannya tak mau menimbang rasa sehingga sudah banyak membuat kita dan manusia lainnya lahir atau bathin menangis duka, merana, hati patah, riwayat tertulis penuh dengan tetesan air mata duka, dengan harapan semoga berita kejam itu bisa di jadikan pelajaran dan diambil hikmahnya oleh kita dan manusia lainnya, bukan untuk di tiru atau di ulang atau terulang apa lagi berulang lagi dan kini dan nanti.
Orangtua tersangka pengebom Boston bilang anaknya dijebak, meminta kebenaran dari AS
Label: Bom Boston
Thank you and welcome to the winners.
Percaya dan ketahuilah bahwa pendapat yang mengatakan bahwa " Nabi Muhammad atau Nabi Isa atau Nabi Yusuf, bukan Nabi terakhir atau bukan Nabi penutup”, itu tidak bertentangan dengan Firman Tuhan asli yang masih asli yang pernah mengisi Ayat Suhuf Nabi Ibrohim atau Suhuf Nabi Musa atau Kitab suci Taurat, Zabur, Injil dan Al Qur'an asli. Jadi waspadalah kamu kepada orang yang mengatakan itu semua bertentangan, karena mereka pasti orang yang sudah berhasil di didik oleh kekuatan nyata atau sihir Iblis jadi teroris dan tolol atau kafir budak atau pengabdi atau tentara Iblis yang mau memusnahkan kita dan negara juga wilayah dan kekuasaan Negara Tuhan asli.
Dan semoga kamu belum berhasil dididik oleh Syaiton jenis jin atau orang tolol budak Iblis dan bahkan pengabdi Iblis atau tentara iblis jadi kafir dan pengecut yang pasti selalu menentang pendidikan iman Mulkullah yang saya sampaikan dalam bentuk rekaman lisan atau tertulis langsung atau tidak langsung kini dan nanti, supaya kunjungan kamu ke website atau Blog Mulkullah group kini dan nanti tidak akan sia-sia.
Selain itu kamu juga harus ingat dan waspada ( eling yen wospodo ) karena orang kafir dan tolol sampai kini masih banyak dan berkuasa juga di patuhi oleh banyak orang tolol yang juga banyak dan berkuasa juga selalu berhasil berani menentang pendidikan Iman Mulkullah di kala saya masih hidup
Jumat, 26 April 2013
MAKHACHKALA,
Russia (Reuters) - Orangtua dari dua tersangka utama pengeboman di
Boston mengatakan bahwa anak-anak mereka dijebak. Mereka juga menuduh
aparat membunuh anak tertua mereka untuk sebuah tontonan.
Anzor
Tsarnaev, sang ayah, menggebrak meja dengan marah saat dia mengumumkan
rencana untuk pergi ke Amerika Serikat untuk "mencari kebenaran" dan
Zubeidat Tsarnaeva, ibu dua tersangka, bilang dia ingin berteriak saat
mendengar anak tertuanya meninggal.
Kamis kemarin, Zubeidat
membantah bahwa Tamerlan Tsarnaev, 26, menjalin kontak dengan militan
Islam saat tinggal di Rusia tahun lalu. Ia juga mengatakan sedang
berpikir-pikir untuk menanggalkan kewarganegaraan AS.
"Saya
ingin berteriak ke seluruh dunia, 'Apa yang kalian lakukan?' Apa yang
sudah kalian perbuat dengan anak laki-laki saya? Dia adalah makhluk
hidup. Kenapa kamu harus membunuhnya? Kenapa kamu tak mengirimnya ke
Guantanamo atau sesuatu? Kenapa? Kenapa," teriaknya dalam sebuah
konferensi pers, suaranya pecah.
"Ini sebuah pertunjukan, tontonan," katanya. Zubeidat juga meminta agar anaknya dikubur di Rusia, tempat keluarganya berada.
Mengenakan
kerudung hitam, Zubeidat berbicara dalam bahasa Inggris beraksen. Dia
meyakini anak-anaknya adalah korban konspirasi.
"Politik adalah
bisnis yang kotor. Saya tak tahu ada kepentingan siapa di sini. Saya
hanya tahu satu, bahwa anak-anak saya tak melakukan ini."
Dia ingat menelpon Tamerlan setelah pengeboman dan anaknya itu meminta sang ibu tak perlu khawatir.
Tamerlan
ditembak mati polisi dalam adu tembak empat hari setelah pengeboman
maraton Boston yang membunuh tiga orang dan melukai 264 orang.
Adik
laki-lakinya, Dzhokhar, 19, ditangkap setelah pemburuan. Dia dituntut
dengan tuduhan yang memungkinkan ia terkena hukuman mati. Dzhokhar kini
dirawat di rumah sakit untuk menyembuhkan luka-lukanya.
Sambil
menggebrak meja, Anzor Tsarnaev bilang, "Saya akan ke Amerika Serikat.
Saya mau ke sana untuk melihat anak laki-laki saya, mengubur si kakak.
Saya tak punya niat jelek. Saya tak mau meledakkan apa-apa."
"Saya tak marah pada siapapun. Saya mau mencari tahu keberannya," kata Anzor, matanya tertutup oleh kacamata gelap.
Dia mau pergi sesegera mungkin tapi dia belum membeli tiket pesawat.
Pengaruh imigran etnis Armenia
Anzor
dan Zubeidat kembali tahun lalu dari Rusia ke daerah Dagestan, tempat
mereka pernah tinggal selama setahun lebih sekitar 10 tahun lalu sebelum
pindah ke Amerika Serikat.
Meski Tamerlan dan Dzhokhar berakar
di Dagestan dan Chechnya, mereka tak lama tinggal di sana, sampai ketika
Tamerlan pulang tahun lalu dan tinggal selama 6 bulan.
Orangtuanya
membantah bahwa dia menjalin kontak dengan militan untuk membangun
jaringan di daerah tersebut. Mereka terus mengawasi Tamerlan saat dia
tinggal di Dagestan.
Meski begitu, mereka bilang, Tamerlan sering datang ke mesjid yang oleh polisi lokal disebut sebagai sarang ide Islam radikal.
Penyelidik
tengah melihat apakah Tamerlan dipengaruhi oleh militan Islam lokal
yang tengah merencanakan pemberontakan terhadap kekuasaan Rusia di
Kaukasus Utara.
Zubeidat ditanyai selama tujuh jam oleh petugas keamanan Rusia pada Rabu soal pergerakan anak laki-lakinya selama di Dagestan.
Pada kesempatan berbeda, saat FBI menanyai Tsarnaev di AS pada 2011, Zubeidat juga ditanyai soal pandangan keagamaan Tamerlan.
"Mereka
bilang ke saya, 'Apakah Anda tak berpikir Tamerlan agak sedikit ekstrem
tentang agamanya? Apa Anda pikir dia akan merencanakan sesuatu, semacam
aksi...terorisme," kata dia.
Meski ada kunjungan tersebut, Zubeidat merasa tak ada yang perlu dikhawatirkan.
Anzor
dan Zubeidat bilang Tamerlan dipengaruhi oleh seorang imigran etnis
Armenia dari Azerbaijan yang mereka kenal dengan nama Misha.
"Tamerlan
sangat menghormati dia karena dia tahu banyak tentang Islam...Dia
bilang, 'Bu, lihat dia, dia selalu salat, dia sering puasa'," kata
Zubeidat yang menyebut dirinya penganut Islam taat dan dia terinspirasi
untuk menjadi lebih religius karena Misha.
Menurut keluarga Tsarnaev, mereka bertemu Misha di komunitas berbahasa Rusia di Boston pada 2007.
Pihak berwajib di Amerika Serikat memperkirakan Tamerlan menjadi radikal pada 2009.
"Saya
tak salat sampai Misha salat di rumah kami, jadi saya malu karena tak
salat, menjadi orang Islam, terlahir Islam...sementara Misha, yang
mualaf, sedang salat," kata Zubeidat.
"Saat dia sering datang ke rumah kami, tak ada yang tak kami sukai dari dia. Dia sangat baik, lembut," kata Zubeidat.
(Laporan
oleh Alissa de Carbonnel; Penulisan oleh Elizabeth Piper dan Timothy
Heritage; Penyuntingan oleh Alistair Lyon dan Toby Chopra)
posted by mulkullah at 22.28